Mendonorkan darah sangat penting dalam sistem kesehatan. Bila tidak ada yang mendonorkan darah, maka banyak tindakan medis sehari-hari yang tidak dapat dilakukan. Dokter & dokter bedah sangat bergantung kepada darah yang didonorkan untuk dapat melakukan tindakan medis ataupun operasi untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Menurut data yang didapat dari PMI, kebutuhan darah di Indonesia mencapai 4 juta kantong darah dengan jumlah yang baru bisa terpenuhi sebanyak 1,25 juta kantong darah. Angka ini masih jauh dari jumlah ideal persediaan kantong darah, yang mencapai 3 % dari jumlah seluruh penduduk, sehingga untuk di Indonesia berarti sekitar 6 juta kantong darah.

Kemudian, karena darah memiliki masa penyimpanan yang singkat, maka persediaan darah di rumah sakit perlu juga untuk selalu diperbaharui. Sebagai contoh, sel darah merah hanya dapat disimpan dalam jangka waktu 35 hari, sedangkan platelet (bagian dari sel darah yang berguna untuk penggumpalan / pembekuan darah) hanya dapat disimpan dalam waktu 5 hari.

Oleh karena itu, kali ini medicastore mencoba membuat artikel mengenai donor darah, yang semoga dapat membantu meningkatkan kesadaran untuk melakukan donor darah.

 
 

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, mendonorkan darah dapat menyelamatkan nyawa. Darah dapat digunakan dalam berbagai bentuk untuk berbagai situasi dan kondisi pasien. Sesudah kita mendonorkan darah, maka darah akan di tes di laboratorium, untuk dilakukan skrening terhadap berbagai jenis virus & infeksi, seperti misalnya HIV & hepatitis.

Bila telah lulus skrening tersebut, kemudian darah akan diproses untuk dipisahkan menjadi komponen yang berbeda. Dengan cara ini, maka sekantung darah yang telah kita donorkan akan dapat digunakan untuk menolong beberapa pasien yang berbeda. Ketika darah telah selesai dipisahkan, maka darah sudah siap untuk didistribusikan ke berbagai rumah sakit yang ada.

Komponen-komponen yang berbeda didalam darah, biasanya akan dipisahkan menjadi seperti dibawah ini :

    • Darah utuh 
      biasanya digunakan bila terjadi kehilangan darah yang banyak.

    • Sel darah merah 
      Sel darah merah adalah sel yang membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui zat yang disebut hemoglobin. Sel darah merah biasanya digunakan untuk mengatasi anemia yang tidak merespon baik terhadap obat-obatan yang diberikan (contoh seperti pada anemia bulan sabit).
      Sel darah merah juga biasanya digunakan untuk menggantikan darah yang hilang akibat kecelakaan, tindakan operasi atau pada saat melahirkan. Pada beberapa kasus, sel darah merah dapat digunakan sebelum melakukan tindakan operasi, bila pasien mengalami luka bakar atau anemia yang berat.

    • Platelet 
      Platelet adalah sel dalam darah yang membantu darah untuk menggumpal. Biasanya platelet digunakan untuk mengatasi kegagalan sumsum tulang. Sumsum tulang adalah jaringan berongga didalam tulang yang membantu memproduksi sel darah baru. Ketika sumsum tulang tidak dapat memproduksi cukup sel darah baru, maka disebut dengan kegagalan sumsum tulang.
      Selain itu, platelet juga diperlukan untuk mengatasi leukemia (jenis kanker yang mempengaruhi sel darah).

  • Plasma 
    Plasma adalah cairan berwarna kuning, yang membantu membawa berbagai jenis sel darah. Plasma dapat berbentuk beku atau yang telah diproses.
    Plasma beku biasa digunakan untuk membantu mengganti darah yang hilang ketika melahirkan atau pada saat operasi jantung. Plasma beku juga dapat digunakan untuk membalik terapi anti penggumpalan dengan cara mendorong darah untuk menggumpal.
    PSedangkan plasma yang telah diproses biasa digunakan untuk mengatasi hemofilia (suatu kondisi yang membuat darah tidak dapat menggumpal/membeku secara normal). Plasma yang telah diproses juga dapat digunakan untuk membantu menghasilkan zat yang disebut dengan anti-D. Zat tersebut membantu mencegah suatu kondisi yang dikenal dengan penyakit rhesus, yang dapat terjadi bila antibodi dalam darah sang ibu menyerang sel darah anak yang dikandungnya.

Ketika hendak mendonorkan darah, maka calon donor dapat mengambil dan menandatangani formulir pendaftaran, lalu menjalani pemeriksaan pendahuluan seperti kondisi berat badan, HB, golongan darah, serta dilanjutkan dengan pemeriksaan dokter. Hal ini penting dilakukan, karena biasanya setelah selesai mendonorkan darah, maka tubuh akan terasa lemas sehingga bagi yang memiliki tekanan darah rendah, akan beresiko untuk mengalami anemia.

Selain itu juga, demi menjaga keamanan darah & juga kesehatan sang calon donor, maka calon donor darah yang memiliki kondisi tertentu tidak dapat diterima untuk mendonorkan darahnya. Kondisi-kondisi tersebut adalah : alkoholik; mempunyai penyakit hepatitis, diabetes mellitus, epilepsi; termasuk kelompok masyarakay yang beresiko tinggi terkena penyakit HIV/AIDS; sedang mengalami sakit demam/influensa; baru dicabut giginya (< 3 hari); pernah menerima transfusi darah (< dari 1 tahun); baru mempunyai tato, ditindik, akupunktur (< 1 tahun); serta sedang hamil / menyusui. Mereka dengan kondisi diatas untuk sementara waktu tidak dapat untuk mendonorkan darahnya.

Bila sudah tiba waktunya untuk mendonorkan darah, maka kita akan ditempatkan di kursi / tempat tidur untuk berbaring dengan lengan yang diluruskan. Kemudian akan dipasang alat utk menghentikan pendarahan / turniket di lengan bagian atas, supaya pembuluh vena lebih banyak terisi darah. Hal ini juga berguna supaya pembuluh vena menjadi lebih mudah terlihat & lebih mudah untuk dimasuki jarum, serta dapat membuat kantung darah terisi lebih cepat.

Setelah itu, kulit di lengan bagian dalam akan dibersihkan, kemudian jarum yang baru & steril akan dimasukkan kedlaam pembuluh vena di lengan. Jarum tersebut akan terambung dengan tube plastik & kantung darah. Begitu jarum sudah terpasang di pembuluh vena, maka kepal-kepalkan tangan beberapa kali supaya darah lebih mudah mengalir. Awalnya, darah akan diambil di tube untuk pemeriksaan, kemudian setelah itu darah dialirkan untuk memenuhi kantung. Biasanya proses pengisian kantung darah berlangsung selama 15 menit. Ketika selesai, jarum akan dipindahkan, untuk kemudian plester kecil akan diletakkan di bekas tusukan jarum tersebut.

Setelah melakukan prosedur donor darah, biasanya kita akan duduk dahulu di tempat istirahat untuk mengkonsumsi makanan kecil & 10-15 menit kemudian sudah dapat meninggalkan tempat tersebut.

Berikut adalah beberapa tips setelah melakukan donor darah :

  • Banyak mengkonsumsi cairan selama 1-2 hari kemudian.
  • Hindari melakukan aktifitas fisik yang berat / mengangkat beban berat selama 5 jam kedepan.
  • Bila merasa pusing, sebaiknya berbaring dengan kaki diangkat hingga perasaan pusing tersebut hilang.
  • Biarkan perban tetap menutupi bekas luka jarum transfusi selama setidaknya 4 jam kedepan.
  • Bila mengalami pendarahan setelah melepaskan plester, tekanlah di tempat bekas suntikan tersebut & naikkan lengan selama 3-5 menit.
  • Bila pendarahan atau luka terjadi dibawah kulit, kompres area tersebut dengan kompres dingin secara periodik selama 24 jam.
  • bila lengan terasa sakit, minum obat pereda nyeri seperti paracetamol. Hindari mengkonsumsi obat pereda nyeri acetosal atau ibuprofen.

Mendonorkan darah sangat aman untuk dilakukan & tidak membahayakan kesehatan. Jadi jangan ragu lagi untuk melakukan donor darah, karena dengan mendonorkan darah, kita dapat menyelamatkan nyawa.

Advertisements

About ajulva

"Alangkah Lebih Indahnya Jika Hal Baik Tidak Dibatasi"

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s